Panduan Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Efektif Diterima

Surat lamaran ialah poin penentu seseorang bisa lolos atau tidak untuk bekerja di perusahaan. Jadi pastikan untuk menerapkan cara membuat surat lamaran kerja paling efektif dan meyakinkan. Di sini akan dijelaskan bagaimana proses pembuatannya.

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja

Pada dasarnya surat lamaran ini adalah dokumen yang akan mengantarkan seseorang ke sebuah perusahaan. Perlu diketahui bahwa perusahaan, khususnya bagian HRD yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan tenaga kerja, menerima ratusan hingga ribuan surat lamaran setiap harinya.

Jika ingin mendapatkan peluang besar untuk diterima maka surat lamaran harus disusun dengan baik. Menurut survei, sebagian besar HRD akan memberi porsi penilaian 30% terhadap efektivitas surat lamaran kerja. Surat ini harus dibuat secara efektif sesuai dengan teknik yang benar.

Mungkin terlihat mudah, namun dibutuhkan teknik khusus dalam menulis surat lamaran. Berikut adalah panduan cara membuat surat lamaran kerja yang bisa diterapkan:

1. Tuliskan Tempat dan Waktu Pembuatan

Tahap pertama, tuliskan waktu dan tempat pembuatan surat lamaran tersebut. Waktu dan tempat penulisan adalah informasi pertama yang dicantumkan dalam struktur surat. Urutannya, tuliskan tempat dulu baru kemudian tanggal.

2. Cantumkan Nama Pihak yang Dituju

Setelah tempat dan waktu pembuatan surat, selanjutnya cantumkan nama pihak yang dituju. Di bagian ini pelamar harus menuliskan nama orang yang memiliki wewenang dalam proses seleksi tenaga kerja. Lengkapi penulisan nama dengan gelar dan jabatan dari perusahaan yang dituju.

Selanjutnya jangan lupa cantumkan juga alamat perusahaan. Penulisan alamat ini sebaiknya diperhatikan dengan baik. Jangan sampai penulisannya salah dan pastikan formatnya juga sudah tepat.

3. Tuliskan Salam Pembuka dan Kata Pengantar

Badan surat dimulai dengan salam pembuka. Salam pembuka ini bisa disesuaikan saja dan lebih baik jika memakai salam yang bersifat universal atau umum. Bagian ini nantinya akan menjadi pengantar untuk masuk ke bagian berikutnya.

Setelah salam pembuka, tuliskan kata pengantar atau paragraf pembukaan. Di sini, pelamar bisa menuliskan tujuan pembuatan surat dan posisi apa yang dilamar. Selain itu sebutkan juga dari mana sumber informasi lowongan, bisa media sosial, surat kabar, dan lain sebagainya.

4. Cantumkan Biodata Pribadi

Masuk ke bagian inti yaitu biodata pribadi pelamar. Di sini pelamar bisa menuliskan data diri secara singkat, cukup poin-poin penting saja. Mulai dari nama lengkap, tempat tanggal lahir, nomor telepon, dan pendidikan (opsional).

Khusus untuk pendidikan, lebih baik tuliskan saja pendidikan terakhir atau tertinggi. Riwayat pendidikan secara lengkap bisa dicantumkan lewat CV atau resume yang sudah dilampirkan bersama surat lamaran kerja.

5. Sertakan Pengalaman Kerja dan Kemampuan

Bagi yang sebelumnya sudah pernah bekerja, tuliskan juga pengalaman kerja dan kemampuan yang dimiliki. Sebaiknya tulis pengalaman yang paling relevan dengan posisi pekerjaan yang ingin dilamar. Bagi fresh-graduate, poin ini tidak perlu dituliskan.

Ini menjadi poin penting yang akan dipertimbangkan oleh perusahaan. Namun pastikan untuk selalu jujur. Jika ada kebohongan dalam penulisan pengalaman kerja dan kemampuan, maka sudah pasti akan memberi nilai negatif.

Mirisnya, menurut survei oleh Robert Half Australia, rata-rata ada 60% HRD yang mengaku menemukan kebohongan dalam bagian ini. Ini tentu sangat mengecewakan dan sebaiknya tidak ditiru lagi.

6. Berikan Penutup dan Tanda Hormat

Tahap berikutnya adalah tuliskan penutup surat. Penutup surat ini digunakan untuk mengakhiri isi lamaran kerja. Pastikan untuk menegaskan bahwa ada keinginan besar agar bisa diterima dan ucapkan terima kasih.

Selanjutnya lengkapi bagian penutup dengan tanda hormat. Tuliskan salam penutup kemudian beri tanda hormat dan tanda tangan. Ini merupakan teknik penting penulisan surat formal yang tidak boleh dilewatkan.

Seperti itulah panduan cara membuat surat lamaran kerja. Sangat disarankan untuk mencari lebih banyak referensi sebagai contoh. Jika ada panduan contohnya maka akan lebih mudah untuk menyusun surat lamaran dengan benar.

Tips yang Bisa Diterapkan

Penulisan surat lamaran kerja memang harus dilakukan dengan baik dan benar. Selain memperhatikan cara membuat surat lamaran kerja yang sudah dibahas tadi, mari terapkan tips-tips berikut ini:

1. Perhatikan Ejaan dan Tanda Baca

Tips pertama, selalu perhatikan ejaan dan tanda baca ketika menulis surat lamaran. Ini adalah poin yang sangat penting karena kesalahan kecil seperti ejaan dan tanda baca bisa mengurangi nilai surat lamaran tersebut.

Ingat, pelamar harus menciptakan nilai positif di mata perusahaan atau HRD. Jadi jangan sampai ada poin yang mengurangi nilai tersebut. Apalagi jika penyebabnya sepele yaitu masalah ejaan dan tanda baca.

Saat menulis, pastikan bahwa setiap kata menggunakan ejaan yang benar. Tanda baca yang digunakan juga harus tepat sesuai dengan konteks penulisan. Lakukan editing dan periksa ulang sebelum mengirim surat lamaran.

2. Gunakan Bahasa Formal

Surat lamaran adalah dokumen formal jadi secara otomatis harus disusun dengan bahasa yang formal juga. Pastikan untuk memakai kata-kata yang formal dan penyusunannya harus bagus sehingga enak dibaca serta tidak terkesan santai.

Melalui surat lamaran ini, si pelamar harus bisa menunjukkan sisi profesional. Jadi jangan sampai menggunakan kata-kata yang tidak baku. Namun juga jangan terlalu kaku sehingga membuat surat tidak nyaman untuk dibaca.

3. Pakai Kalimat Efektif

Selain menggunakan kalimat formal, jangan lupa untuk membuat kalimat yang efektif. Artinya, jangan bertele-tele dalam menyusun surat lamaran. Kalimat yang terlalu panjang dan bertele-tele akan membingungkan dan memberi kesan negatif.

Penggunaan kalimat efektif ini sangat penting agar surat lamaran tidak terlalu panjang. Coba cari dulu referensi surat-surat lamaran yang benar dan perhatikan bagaimana pemakaian kalimat efektif yang ditunjukkan di sana.

Jika kalimatnya efektif maka akan lebih mudah pula untuk membuat HRD paham pada informasi yang dituliskan. Ini menjadi poin penting karena akan mempermudah proses seleksi dan memperbesar peluang diterima.

4. Cek Kerapian Format

Jangan lupa, cek kembali kerapian format surat lamaran sebelum dikumpulkan. Pastikan formatnya sudah benar dan rapi sesuai aturan atau standar. Jenis dan ukuran font yang digunakan juga harus tepat, jika ada aturan khusus dari perusahaan maka ikutilah.

Format surat yang rapi akan meningkatkan nilai visualnya. Selain jenis dan ukuran font, perhatikan juga ukuran spasi dan rata kanan kiri. Jika formatnya saja berantakan, sudah pasti HRD akan malas untuk membacanya lebih jauh.

5. Tonjolkan Antusiasme

Cobalah untuk menunjukkan antusiasme saat menulis surat lamaran kerja. Perusahaan pasti juga bersemangat untuk menerima jika pelamarnya antusias. Buatlah kalimat efektif yang menunjukkan antusiasme sehingga akan terasa sangat meyakinkan.

Itulah mengapa cukup penting menuliskan harapan besar untuk diterima di perusahaan pada bagian penutup. Ini menjadi salah satu poin yang akan menunjukkan antusiasme sehingga terlihat bahwa pelamar memang punya minat yang kuat.

Selain itu, cobalah untuk menunjukkan kemampuan atau keterampilan yang relevan. Ini juga menjadi bukti bahwa pelamar memang benar-benar bersemangat untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Terapkan cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar agar peluang diterima lebih besar. Jika sudah selesai dibuat, pelamar juga bisa meminta orang lain untuk melakukan proofreading. Jadi bisa diketahui mana yang dinilai kurang dan harus direvisi dulu.