Belajar Trading Dari Nol Agar Sukses

Sickforprofit.com –  mampu memberi keuntungan yang sangat besar dalam waktu yang singkat, namun juga bisa menimbulkan kerugian dalam jumlah yang banyak, tergantung pada jumlah nominal uang yang menjadi modalnya, dalam waktu yang amat singkat juga. Pekerjaan ini tinggi risikonya dan sebagai trader harus siap mental dan memiliki jika petarung yang siap dengan risiko yang tinggi.

Tips Belajar Trading Dari Nol

Berikut ini tipsnya jika ingin belajar trading dari nol.

1. Pilih Jenis Trading

Terdapat beberapa obyek trading. Bisa pilih salah satu atau seluruhnya. Pilihannya adalah bisa belajar trading jika ingin mendapat capital gain, atau belajar trading jika ingin mendapat untung dari selisih nilai tukar mata uang dari waktu ke waktu, atau bisa juga trading komoditi, lalu yang tengah ngetren pada saat ini ialah bisa belajar trading crypto currency. Pilih obyek trading yang paling dikuasai. Pilih instrumen yang tepat, yang paling dikenali dan mudah mendapatkan berbagai informasinya, juga sesuai karakter.

2. Pelajari dan Kenali Sifat Obyek Trading

Cara belajar trading dari nol bisa diawali dengan mempelajari sifat dan karakter obyek trading yang hendak diperjualbelikan. Dalam hal ini seperti segala seluk beluk tentang saham, atau berbagai mata uang, atau berbagai komoditi seperti kopi, emas dan jenis komoditi lainnya, terutama pergerakan harganya dari waktu ke waktu, juga dengan obyek trading lainnya seperti tiap crypto currency nya yakni seperti bitcoin atau asix dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Mengenal Apa ItuTrading Saham Adalah

Pelajari benar segala sesuatunya termasuk ketahui sejarahnya, kenali sifatnya dan cari tahu berbagai informasi dan kisah serta berita seputarnya, perkembangannya terkini, lalu juga penting sekali memahami pola pergerakan harganya dari waktu ke waktu.

Seperti contohnya harga komoditi emas yang polanya akan naik pada bulan tertentu ketika tiba musim nikah di India, atau harga mata uang USD yang sering berfluktuasi terutama jika dipasangkan pada mata uang tertentu, dan mata uang apa saja yang cenderung stabil harganya sepanjang masa dan mata uang apa saja yang sangat mudah naik turun, atau berbagai informasi lainnya seperti kabar bahwa saham perusahaan tertentu akan melakukan stock split atau tiap bulan apa saja biasanya akan membagikan dividen dan lain sebagainya. Perlu diketahui bahwa saham yang akan segera membagikan dividennya akan cenderung naik harganya.

Ketahui pula beberapa jenis saham yang sering digoreng dan berusaha hindari meski kadang menarik tapi resikonya sangat besar. Perlu cukup pengetahuan juga mengenai beberapa saham perusahaan yang masuk kategori blue chip atau index LQ45 atau berbagai index penggolongan saham berdasarkan kriteria lainnya. Juga bidang industri dan sejarah tiap perusahaan yang hendak dibeli sahamnya dan lain sebagainya. Sebaiknya hanya beli saham perusahaan yang bergerak di suatu bidang industri yang diketahui dengan benar cara kerjanya. Sehingga bisa tahu cara mendapatkan keuntungannya serta resiko kerugiannya.

3. Pelajari Istilahnya

Kemudian pelajari berbagai istilah terkait yang sering dipergunakan di pasar dalam kaitannya dengan pekerjaan sebagai trader dan jenis objek tradingnya. Jangan sampai salah paham yang bisa berakibat fatal.

4. Buka Akun Rekening Trading

Lalu tergantung obyek tradingnya, mulailah untuk membuka akun rekening trading. Bisa berupa e wallet jika hendak trading crypto, atau jika instrument tradingnya adalah efek, saham, maka mulai buka rekening pada salah satu perusahaan sekuritas. Pilih yang terkecil fee jasa transaksinya, karena sebagai trader saham maka akan sangat sering dan tinggi frekuensi aktivitas transaksi jual belinya. Penuhi berbagai berkas dokumen yang disyaratkan untuk melakukan pembukaan akun rekening. Bisa daftar lewat berbagai aplikasi trading yang kini telah banyak ada. Cek keamanan aplikasi trading dan posisi legalitasnya, pada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bisa wa ke nomor 081157157157.

Baca Juga:  Perbedaan Saham Dan Obligasi Yang Perlu Dipahami, Cek Disini

5. Setor Dana Modal Trading

Berikutnya lanjutkan dengan menyetorkan sejumlah dana sebagai modal melakukan trading dan membeli instrument trading untuk pertama kalinya. Sebaiknya jangan berhutang dan hanya gunakan dana menganggur serta awali dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu. Pada beberapa aplikasi trading ada yang menawarkan sejumlah uang gratis sebagai modal awal untuk berlatih trading lewat aplikasinya. Bisa manfaatkan penawaran tersebut.

6. Pelajari Teknik dan Rancang Strategi

Selanjutnya matangkan pelajaran mengenai berbagai teknik trading sesuai jenis instrument nya dan lalu susun rencana strategi yang matang. Jangan gegabah dan langsung terjun tanpa tahu segala risiko yang mungkin timbul. Melakukan trading tanpa pemahaman dan penguasaan teknik yang cukup akan sangat mahal bayarannya.

Dengan seringnya mengalami kerugian hingga habis tergerusnya modal. Sehingga penting sekali untuk menguasai teknik dan up date informasi terkini. Trader saham misalnya harus paham benar cara membaca laporan keuangan dan mampu membedakan laporan keuangan yang sehat dan disajikan secara sehat tanpa manipulasi. Trader saham juga harus bisa menganalisa fundamental tiap perusahaan yang sahamnya hendak dibeli. Semakin banyak pengetahuan dan informasi yang dikuasai akan sebagai bagus.

Trader cryptocurrency juga harus mengetahui perkembangan tiap cryptocurrency yang hendak dibelinya dan timing atau waktu yang tepat untuk menjualnya kembali. Begitu pula dengan trader forex harus nisa tepat memilih jenis pasangan mata uang yang akan diperjualbelikan serta timing waktu yang tepat dalam melakukan transaksi, yakni saat buy dan saat sell ayng tepat. Sebagaimana trader komoditi juga perlu menentukan timing waktu yang tepat untuk melakukan beli atau jual tiap instrument trading nya.

Siapkan backup rencana jika rencana awal, rencana utama gagal atau terkendala dan tak bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya. Sehingga masih bisa tetap mendapatkan untung atau setidaknya terhindar dari kerugian ataupun jika timbul kerugian maka jumlahnya bisa diminimalisir sekecil mungkin.

Baca Juga:  Cara Investasi Saham Untuk Pemula Sebagai Aset Jangka Panjang

7. Jangan Mudah Emosi dan Ikut Arus

Sebagai trader hendaknya selalu berusaha berpikiran jernih pada tiap situasi, jangan mudah terpancing emosi dan hanyut dalam arus.

8. Tetapkan Sistem Trading

Temukan polanya sendiri agar tidak terimbang ambing oleh arus. Tentukan kriteria timing atau waktu saat yang tepat untuk masuk pasar dan keluar pasar. Lalu jalani hal tersebut dengan penuh disiplin.

9. Disiplin Cut Loss

Jika harga makin menurun maka harus segera melakukan cut loss. Lepas instrument yang dipegang yang terus turun harganya ke pasar guna menghindari kerugian yang lebih dalam. Kecuali ada informasi yang cukup valid dan bisa dipertanggungjawabkan bahwa di masa depan dalam jangka waktu tertentu yang pasti dan tidak terlalu lama harganya akan kembali naik. Harus bisa bersikap realistis juga kesabaran dan siap mental ketika mengalami kerugian.

Belajar trading pemula disarankan untuk mencoba dan memulai karirnya sebagai trader saham dulu, baru beranjak melakukan trading pada berbagai instrument trading yang lainnya. Hal ini karena pada instrumen saham telah tersedia berbagai index saham yang sangat membantu dan bisa dijadikan sebagai acuan dan pedoman dalam memilih saham yang tepat untuk dibeli. Suatu hal yang tak ada pada jenis instrumen trading lainnya.

Artikel Terkait