Bagaimana Cara Pembagian Dividen Saham?

Cara Pembagian Dividen Saham – Mengetahui cara pembagian dividen saham sifatnya penting bagi pemegang saham yang sudah menanamkam modalnya di perusahaan. Dividen sendiri konsepnya diartikan sebagai laba perusahaan atau bisa disebut sebagai hak hasil pemegang saham yang diperoleh atas keuntungan perusahaan. Pemegang saham pada emiten tertentu berhak mendapatkan pembagian dividen, jika memang sudah dipastikan menanamkan saham pada perusahaan tersebut.

Kenali Tentang Dividend Per Share

Dividen secara harfiah merupakan pendapatan atau laba perusahaan yang berlaku selama dalam periode tertentu. Keuntungan yang dinamakan dividen tersebut nantinya akan dibagi lagi kepada semua pemilik saham perusahaan. Total dividen nantinya akan dibagikan berdasarkan pada lembar saham yang memang dimiliki oleh para pemegang saham.

Kondisi tersebut biasa disebut dengan istilah dividend per share. Jadi dividen merupakan total laba yang memang dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan untuk dividen per share merupakan bagian dari dividen yang merupakan hak para pemegang saham. Besarnya dividen biasanya tergantung pada lembar pemegang saham yang pada saat itu masih aktif menanamkan modal dan ikut serta dalam kemajuan perusahaan.

Rumus Cara Pembagian Dividen Saham

Pada setiap lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham tentunya memiliki nilai yang sama. Untuk mengetahui nilai per lembar saham bisa dilakukan dengan membagi jumlah dividen secara keseluruhan dengan lembar saham yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.

Rumus perhitungan pembagian dividen adalah sebagai berikut:

DPS = Keseluruhan Nilai Dividen / Jumlah Total Lembar Saham

Baca Juga:  Keuntungan Investasi di Bibit yang Harus Diketahui!

Jumlah seluruh dividen yang nanti akan dibayarkan bisa dihitung dengan menggunakan rumus laba bersih dikalikan Dividend Payout Rasio. Jadi laba bersih akan dikalikan dengan Dividend Payout Rasio. Apa yang dimaksud Dividend Payout Rasio? Artinya persentase dari laba bersih dikurangi pajak. Contoh kasusnya dalam sebuah rapat pemegang saham PT Maju Jaya mengumumkan bahwa laba periode mencapai 2 miliar rupiah.

Saat itu juga, perusahaan menentukan Dividend Payout Ratio yang dimiliki sudah sebesar 20%. Dulunya perusahaan mengeluarkan saham sebanyak 2 juta lembar. Lalu berapakah dividend per share dari PT Maju Jaya?

Laba Net : Rp2.000.000.00

Rasio Dalam Pembayaran Dividen : 20%

Jumlah saham per lembar : Rp2.000.000

Maka perhitungan DPS-nya sebagai berikut:

Jumlah Dividen yang Akan Dibayarkan (Seluruh Nilai dari Dividen) :

Rp2.000.000.00 x 20% = Rp400.000.00

DPS = Rp400.000.000/2.000.000= Rp200

Sesuai dengan perhitungan diatas, maka DPS yang dimiliki oleh PT Maju Jaya yaitu Rp200 per lembarnya. Masing-masing pemegang saham akan mendapatkan keuntungan tersebut secara merata, sesuai dengan saham yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.

Bagaimana Mekanisme Dalam Pembagian Dividen?

Mempelajari dan memahami dengan baik cara pembagian dividen saham serta mekanisme pembagian dividen sangat penting bagi para pemegang saham. Apalagi hal tersebut terkadang hanya dibicarakan saat Rapat Umum Pemegang Saham yang dilaksanakan 1-2 kali dalam setahun.

Rundown untuk Jadwal Pembagian Dividen

  • Payment Date

Tanggal dimana pemegang saham akan mendapatkan pembayarannya.

  • Hari Pengumuman atau Declaration Date

Pada tanggal ini, perusahaan akan mengumumkan kapan tanggal pembayaran serta berapa jumlah dividen untuk per lembarnya.

  • Pencatatan atau Date of Record

Tahapan pendataan bagi siapa saja shareholder yang bisa mendapatkan pembayaran dividen.

  • Cum-dividen

Tanggal pencatatan untuk batas aktivitas pada perdagangan perusahaan yang perlu dimasukkan dalam perhitungan dividen.

  • Ex-dividen

Pencatatan waktu dalam perdagangan yang sudah tidak perlu dimasukkan dalam dividen yang akan dibagikan.

Baca Juga:  Apa Itu Profit Trading Dan Cara Merencanakan Take Profit Ketika Trading Saham

Ketika perusahaan telah memutuskan untuk melakukan pembagian dividen, maka ada beberapa hal berikut yang perlu dilakukan sebelum penentuan tanggal. Mekanisme ini tentunya perlu dipahami sebelum fokus pada hasil perhitungan pembagian dividen.

  • Melakukan perhitungan pajak yang nantinya akan dikenakan kepada dividen. Untuk peraturan sebelumnya, jumlah pajak yang perlu dibayarkan adalah sebesar 10%. Namun peraturan tersebut dihapus pada RUU Omnibus Law kemarin.
  • Perusahaan perlu memutuskan pendistribusian dividen yang nantinya akan diberikan kepada para pemegang saham. Bagaimana caranya? Melalui KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) atau broker yang sebelumnya menduduki sebagai pemilik saham.
  • Perusahaan perlu memutuskan kapan dana dapat dikirimkan kepada para pemilik saham. Hal ini biasanya dilakukan sesuai dengan daftar yang sebelumnya telah dirumuskan.

Beragam Jenis Dividen yang Perlu Diketahui

Setelah mengetahui cara pembagian dividen saham, Anda juga perlu mengetahui apa saja jenis dividen yang biasa ditemui dalam dunia saham. Berikut ini ada lima jenis dividen dalam dunia usaha.

1. Dividen Likuidasi

Jenis dividen ini biasanya dilakukan pada saat masa-masa akhir perusahaan berdiri. Dalam dividen likuidasi, dividen yang akan dibayarkan pada pemilik saham bukan sepenuhnya laba melainkan modal. Pembayaran dividen likuidasi juga bisa dalam bentuk pengembalian modal dengan cara mencairkan aset yang sebelumnya masih tersisa. Pencairan aset perlu dilakukan sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan total.

2. Dividen Tunai

Dividen tunai maksudnya jenis dividen yang pembayarannya dilakukan dalam bentuk uang tunai. Biasanya perusahaan akan membayarkan jenis dividen tersebut secara berkala sesuai dengan waktu yang sebelumnya telah disepakati. Jumlah pembayarannya akan dilakukan sebanyak 4 kali dalam waktu 1 tahun. Perusahaan juga perlu membayar pajak seperti biasanya, namun jika berdasarkan peraturan baru ada ketentuan tidak perlu membayar pajak.

Baca Juga:  Cara Investasi Di Aplikasi Saham Luar Negeri Yang Terpercaya Agar Keuntungannya Optimal

3. Dividen Properti

Saat sebuah perusahaan membeli atau telah menginvestasikan uangnya dalam bentuk benda fisik, maka cara pembagiannya dapat dilakukan pada jenis dividen properti. Hal ini memang sulit untuk dilakukan,karena sulit untuk membagi property dalam bentuk merata. Dalam usaha pembagiannya, properti akan diubah terlebih dahulu dalam bentuk uang baru kemudian dibagi lagi pada pemilik saham.

4. Dividen Saham

Dividen saham merupakan bentuk pembayaran dividen yang dilakukan perusahaan kepada para pemilik saham dengan bentuk saham tambahan. Perhitungannya akan didasarkan pada proporsi jumlah saham yang dimiliki oleh shareholder.Supaya nantinya dividen saham tidak mengubah kapitalisasi pasar, maka pembagiannya akan dilakukan dengan menambah jumlah lembar saham. Biasanya juga sekalian untuk mengurangi nilai pada setiap lembar saham.

5. Dividen Skrip

Jenis dividen yang terakhir yaitu skrip. Pembayaran dividen skrip biasanya dilakukan dalam bentuk surat hutang. Konsepnya perusahaan akan memiliki hutang kepada pemegang saham yang seharusnya berhak mendapatkan dividen. Dalam surat tersebut nantinya akan tertera kapan perusahaan akan melakukan pembayaran hutang.

Hal ini tentu akan sangat menguntungkan bagi para pemegang saham, karena surat utang yang nantinya akan diterbitkan akan terus berbunga sampai nantinya bisa terbayarkan. Dividen skrip biasa dilakukan karena sedikitnya jumlah uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan. Biasanya uang tunai tersebut habis untuk membeli aset fisik yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk bisa bekerja secara optimal.

Cara pembagian dividen saham bisa diperoleh dari seluruh nilai dividen dibagi dengan jumlah lembar saham yang dikeluarkan oleh perusahaan. Setiap lembar saham yang dimiliki pemegang saham umumnya memiliki nilai sama, oleh sebab itu perlu dilakukan perhitungan tersebut.

Artikel Terkait