Asuransi Penyakit Kritis Terbaik Supaya Keuangan Tetap Stabil

Asuransi Penyakit Kritis – Tidak ada orang yang menginginkan sakit di dunia ini tetapi setiap orang selalu pernah sakit. Organisasi kesehatan dunia yang bernama WHO pernah menjelaskan bahwa pada tahun 2020 terjadi peningkatan kasus orang yang mengalami sakit jantung.

Peningkatan sampai mencapai 137% bagi negara berkembang. Sedangkan di negara maju meningkat sampai 48%. Hal ini mengingatkan kepada siapa saja pentingnya menggunakan penyakit kritis terbaik.

Mungkin sebagian dari Anda masih awam dalam mendengarkan istilah asuransi penyakit kritis. Tak perlu takut terhadap asuransi tersebut dan yang terpenting hanyalah Anda memilh perusahaan yang tepat. Perusahaan asuransi terpercaya akan memberikan santunan dana saat benar-benar diperlukan nasabahnya asalkan pembayaran premi selalu tepat waktu.

Asuransi Penyakit Kritis

Anda sudah mengetahui secara sekilas mengenai laporan asuransi penyakit kritis dari WHO. Sedasngkan dari Kementerian Kesehatan RI 2018 menerangkan data peningkatan biaya pengobatan penyakit kritis.

Data biaya mengalami peningkatan mencakup penyakit jantung sebesar Rp 10,5 triliun. Kemudian kanker mengalami peningkatan biaya pengobatan menjadi Rp 3,4 triliun. 

Pengobatan penyakit gagal ginjal mengalami kenaikan biaya menjadi Rp 2,4 triliun. Lalu penyakit stroke juga mengalami kenaikan harga Rp 2,6 triliun. Supaya tidak membebani keuangan personal dan keluarga, setiap orang yang bekerja disarankan menggunakan asuransi penyakit kritis terbaik.

Biaya penyembuhan akan dibayar oleh pihak perusahaan asuransi sampai mencapai limit tertentu. Semua limit yang dimaksud biasanya disampaikan di polis atau pada saat akan melakukan kesepakatan terhadap agen suatu perusahaan asuransi.

Baca Juga:  Apa Itu Asuransi TLO dan Perbedaannya dengan All Risk

Beberapa jenis penyakit kritis yang sering ditanggung perusahaan asuransi adalah stroke, kanker, diabetes, jantung, dan sejumlah penyakit kritis lain.

Pengobatan yang berhubungan dengan stroke biasanya akan menghabiskan biaya antara Rp 150 juta sampai Rp 500 juta berdasarkan Hellosehat. Kemudian penyakit kanker juga perlu pengobatan dengan segera agar masih bisa terselamatkan. 

Terlambat dalam mengobati kanker dapat berakhir ke kematian karena sel kanker dapat menyerang sel anggota tubuh yang sehat. Pengobatan terhadap penyakit kritis akan meliputi biaya kemoterapi, operasi, dan juga imunoterapi.

Selain itu dalam proses pemberian obat akan melibatkan CTScan dan transfusi darah. Paling tidak semua pengobatan tadi akan menghabiskan dana sampai kurang lebih Rp 300 juta.

Kriteria Cakupah Asuransi Penyakit Kritis

Pada beberapa asuransi penyakit kritis Anda perlu memahami tentang cakupan perlindungan, manfaat ketika meninggal dunia, dan proses klaimnya.

Pada asuransi penyakit kritis cakupan perlindungan cukup luas dan memberikan perlindungan terhadap semua jenis penyakit kritis. Tentu saja menggunakan asuransi ini penting karena mengingat riwayat penyakit kritis dari masyarakat yang berbeda-beda.

Bagi Anda yang terdapat anggota keluarga mengalami sakit kritis maka harus berhati-hati. Karena itu tandanya keluarga punya riwayat kesehatan yang rentan terhadap suatu penyakit kritis. Selain memberikan biaya pengobatan sampai limit tertentu, asuransi penyakit kritis juga akan memberikan manfaat ketika tertanggung (pemegang polis) meninggal dunia akibat penyakit kritis yang dideritanya.

Jika terdapat seseorang berpenyakit kritis dan meninggal dunia serta tidak memiliki asuransi penyakit kritis maka besar kemungkinan keluarga harus mengeluarkan dana darurat yang banyak jumlahnya. Tidak jarang anggota keluarga sampai harus menjual aset-aset untuk menutupi biaya pengobatan sampai biaya untuk mengadakan pemakaman. 

Sudah pasti hal itu akan sangat membebani keuangan keluarga terlebih lagi di masa pandemi ini banyak keluarga yang merasakan masalah finansial menjadi bertambah berat. Kita juga akan membahas tentang hal yang berkaitan dengan proses klaim. Asalkan Anda menggunakan asuransi di perusahaan yang baik reputasinya maka proses klaim akan dipermudah dan tidak bertele-tele.

Baca Juga:  Panduan Cara Klaim Asuransi AXA Mandiri

Beberapa Daftar dari Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Anda menjadi tertarik untuk menggunakan produk dari asuransi penyakit kritis. Pilihlah perusahaan yang terbaik agar tidak menyulitkan ketika akan melakukan klaim. Ini dia daftar dari asuransi penyakit kritis terbaik yang proses klaimnya mudah.

  • Manulife – MiUltimate Critical Care

Manulife sudah terkenal sebagai salah satu perusahaan asuransi yang reputasinya bagus karena memang klaim yang tidak bertele-tele. Nama produk dari Manulife untuk menangani biaya pengobatan penyakit kritis adalah MiUltimate Critical Care.

Manfaat utama yang diberikan oleh produk MiUltimate Critical Care berupa perlindungan penyakit kritis sampai ke tahapan terakhir. Jadi pada bagian ini tertanggung akan mendapatkan 100% uang pertanggungan yang ditambahkan dengan 100% dari total premi.

Akhir masa pertanggungan dari produk asuransi Manulife ini akan memberikan 160% total premi yang sudah dibayar diluar dari Premi Tambahan. Apabila pihak tertanggung meninggal dunia juga tetap akan diberikan 160% dari Total Premi yang pernah dibayarkan diluar Premi Tambahan.

  • Sunlife –  Sun Critical Medcare

Perusahaan asuransi terpercaya lainnya dalam menangani biaya pengobatan penyakit kritis adalah Sun life. Perusahaan tersebut memiliki memiliki produk yang disebut Sun Critical Medcare. Pihak tertanggung yang mengalami penyakit kritis akan mendapatkan biaya perawatan sampai batas limit tertentu.

Biaya premi yang harus dibayarkan setiap hari juga cukup terjangkau hanya Rp 8.000 saja. Sangat terjangkau bukan biaya preminya bagi sebagai besar keluarga di Indonesia. Perlindungan terhadap penyakit kritis akan berlangsung selamanya pada pihak pemegang polis.

Namun dijelaskan juga melalui website resmi bahwa biaya pertanggungan dari penyakit kritis akan berlangsung sampai 100 tahun. Usia masuk yang diizinkan untuk mengambil produk Sun Critical Medcare adalah 30 hari sampai 70 tahun bagi orang lain yang ditanggungkan biayanya. Apabila untuk menanggung biaya pengobatan penyakit kritis maka usia masuknya mulai dari 18 tahun hingga 80 tahun.

  • AIA – AIA Critical Protection

Perusahaan asuransi yang punya track record baik lainnya adalah AIA. Perusahaan tersebut memberikan perlindungan pada nasabahnya dari penyakit kritis hingga usia 99 tahun. Nama dari produk AIA adalah AIA Critical Protection.

Baca Juga:  Apa Itu Asuransi Kesehatan? : Definisi, Jenis, Serta Fungsinya 

Pembayaran premi dari asuransi penyakit kritis di AIA akan berlangsung selama 10 tahun dan juga 20 tahun. Perlindungan diberikan untuk 60 jenis penyakit kritis termasuk uang pertanggungan ketika meninggal dunia.

AIA juga menjelaskan bahwa pemberian dana juga diberikan kepada tertanggung dengan penyakit kritis minor. Jumlah penyakit kritis minor yang ditanggung sampai 58 jenis. Tentu saja sebagai calon nasabah siapapun harus melakukan pengecekan daftar penyakit yang ditanggung sebelum memutuskan untuk mengambil suatu polis dan premi.

  • Cigna – Cigna for Your Serenity

Perusahaan asuransi yang juga menawarkan pengalihan risiko finansial akibat penyakit kritis adalah Cigna. Nama produk dari Cigna adalah Cigna for Your Serenity. Asuransi tersebut akan memberikan tanggungan pada usia masuk 18 tahun sampai 55 tahun. Limit pertanggungan dari Cigna for Your Serenity mencapai Rp 400 juta.

Tak hanya memberikan pertanggungan terhadap biaya pengobatan tetapi juga memberikan santunan kepada pihak tertanggung yang meninggal dunia. Cigna for Your Serenity akan menanggung 10 jenis penyakit kritis yang banyak diidap masyarakat, seperti kanker, gagal ginjal, gagal hati, koma luka bakar berat, dan lain-lain.

 

Artikel Terkait