Apa Beda Forex Dan Crypto Untuk Mencari Cuan

Beda Forex Dan Crypto – Masih banyak orang bingung mengenai beda forex dan crypto. Meskipun dunia saat ini sebagian besar sudah merambah dunia digital, tetapi masih banyak yang bingung dengan bisnis digital. Pasalnya, banyak bisnis digital menawarkan keuntungan yang menggiurkan hanya dalam waktu singkat.

Contoh bisnis digital yang menarik perhatian karena menjanjikan keuntungan besar adalah forex dan crypto. Walaupun keduanya saat ini sangat populer, masih banyak yang belum mengetahui apa beda forex dan crypto, termasuk mana yang lebih menguntungkan di antara keduanya.

Apa Itu Trading Forex

Jika bertanya apa itu forex dan crypto, Forex sebenarnya adalah singkatan dari Foreign Exchanger, yaitu aktivitas di sektor keuangan yang bertujuan menukar mata uang dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan memperoleh keuntungan. Keuntungan dari trading forex diperoleh dari spread atau selisih harga jual beli.

Di Indonesia, istilah yang lebih familiar adalah valuta asing atau valas. Pada dasarnya, Forex tidak hanya dimanfaatkan untuk trading tetapi juga untuk keperluan lain seperti perdagangan, bisnis, atau pariwisata.

Cara transaksi valuta asing dilakukan dengan mengakses bursa forex, yaitu tempat untuk memperdagangkan berbagai mata uang asing. Pertukaran mata uang menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi banyak orang di dunia seperti untuk keperluan bisnis dan perdagangan luar negeri.

Cara kerja forex dilakukan dengan transaksi untuk pasangan mata uang tertentu. Contohnya ketika Anda membeli mata uang Euro dan di waktu bersamaan menjual Dollar atau sering dikenal dengan pair EUR/USD.

Apa Itu Trading Crypto

Crypto adalah mata uang virtual. Bitcoin menjadi asset crypto yang muncul pertama kali. Mata uang tersebut dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 dan hampir sama seperti mata uang secara umum. Bedanya, mata uang tersebut hanya tersedia di dunia digital.

Baca Juga:  13 Bisnis Online Untuk Pelajar SMP Tanpa Modal, Kekinian Dan Menguntungkan!

Biasanya Bitcoin disimpan di Bitcoin Wallet, yaitu media yang digunakan untuk menerima dan mengirim Bitcoin, nantinya ada fee atau biaya yang dikenakan untuk pengiriman tersebut. Bitcoin dapat diperoleh melalui kegiatan mining atau menambang.

Para penambang Bitcoin menggunakan komputer canggih untuk menguraikan matematika kompleks untuk mendapatkan blok Bitcoin baru. Mereka yang berhasil menemukan akan memperoleh imbalan. Awalnya, imbalan untuk 1 blok adalah 50 BTC, sedangkan saat ini menjadi 25 BTC per blok.

Sejak kehadirannya, jumlah bitcoin sudah dibatasi. Pembatasan tersebut bertujuan untuk mencegah inflasi. Trading crypto merupakan salah satu cara bagi investor untuk memperoleh profit dari cryptocurrency. Jenis trading ini muncul setelah kehadiran Blockchain dan bursa khusus untuk mata uang digital.

Volatilitas

Trading forex maupun crypto sama-sama dilakukan untuk jual beli asset yang dimiliki, artinya trading crypto juga memperjualbelikan asset crypto yang dimiliki. Namun beda forex dan crypto adalah crypto memiliki tingkat volatilitas yang sangat tinggi sehingga keuntungan yang didapat potensinya lebih besar.

Untuk mendapatkan keuntungan di crypto, strategi utamanya adalah beli ketika harga sedang rendah kemudian jual saat harga tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin telah menjadi asset untuk berbagai aktivitas trading dan investasi seperti kepemilikan saham perusahaan.

Sementara itu Forex tidak memiliki volatilitas yang sama dengan crypto. Nilai forex jauh lebih stabil sehingga tidak mudah untuk memanfaatkan perbedaan kecil pada nilai tukar setiap valuta asing.

Aset

Perbedaan forex dan crypto selanjutnya adalah jenis asset yang ditransaksikan. Seperti yang sudah dijelaskan, trading forex mentransaksikan mata uang dari suatu negara ke mata uang yang berbeda misalnya dollar ke euro.

Sementara itu pada trading crypto, asset yang diperjualbelikan adalah asset mata uang crypto. Aset tersebut akan memiliki pair beragam bisa crypto-crypto atau crypto-mata uang.

Baca Juga:  8 Ide Bisnis Unik Mahasiswa Untuk Dijadikan Penghasilan Tambahan

Pangsa Pasar

Bisnis trading forex memiliki pangsa pasar yang lebih luas. Setidaknya ada 5 juta orang di dunia yang melakukan trading forex setiap hari. Sedangkan pangsa pasar crypto masih jauh lebih kecil dibandingkan trading forex.

Tata Cara Pengelolaan

Crypto seperti Bitcoin dikembangkan berdasarkan idealisme bahwa mata uang tidak perlu dikontrol oleh bank sentral dan pemerintah. Pemerintah dikuasai oleh orang-orang dengan niat yang berbeda misalnya hanya bekerja demi keuntungan dirinya sendiri sehingga keputusan finansial cenderung berpihak pada yang kuat.

Cara kerja mata uang crypto tidak membuka kesempatan bagi bank sentral atau pemerintah untuk campur tangan dalam regulasinya. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh Forex. Forex tidak memiliki kebebasan dari aturan pemerintah dan bank sentral karena merupakan perdagangan mata uang antar negara sehingga sangat sensitive terhadap berbagai persoalan yang muncul.

Bahkan isu yang berkembang tanpa diketahui kebenarannya pun kadang dapat menyebabkan harga berubah cukup signifikan. Apalagi jika pemerintah dan bank sentral ikut memiliki andil dalam menciptakan keputusan.

Keputusan Transaksi

Dalam melakukan trading forex, diperlukan analisa data-data fundamental dan ekonomi yang perlu diperhatikan saat mengambil keputusan. Sedangkan pada crypto, informasi mengenai keputusan Blockchain yang paling berpengaruh terhadap harga crypto. Untuk pengelolaannya, koin crypto dikelola oleh pemilik secara mandiri. Sementara itu untuk trading forex dapat dipercayakan pada broker.

Nilai Keuntungan

Perbedaan trading forex dan crypto juga terletak pada potensi keuntungan yang mungkin didapat. Cara menghitung keuntungan Bitcoin sangat sederhana yaitu harga jual dikurangi dengan harga beli. Hal yang perlu diperhatikan ketika transaksi Bitcoin adalah saat melakukan trading, Anda harus mengumpulkan selisih sebanyak mungkin, bukan mengumpulkan Bitcoin,

Baca Juga:  Aspek Hukum Dalam Bisnis: Bikin Bisnis Anda Lebih Lancar Dan Terjamin Keamanannya

Fluktuasi Harga

Beda trading forex dan crypto selanjutnya adalah mengenai fluktuasi harga. Harga Bitcoin sampai saat ini masih cenderung fluktuatif. Bahkan fluktuasinya kadang tanpa alasan.

Berbagai informasi yang beredar tidak berpengaruh terhadap harga Bitcoin. Kadang, kemunculan berita baik justru dapat membuat harga Bitcoin jatuh atau sama sekali tidak berpengaruh apa-apa.

Nilai mata uang kripto beberapa waktu lalu sempat mengalami kenaikan 5 kali lipat lebih karena Elon Musk, CEO Tesla mulai berinvestasi di Bitcoin dan beberapa mata uang digital lainnya. Tetapi nilai mata uang crypto kemudian juga sempat mengalami penurunan drastis sehingga menyebabkan banyak pemiliknya mengalami kerugian cukup besar.

Fluktuasi harga Bitcoin tidak bisa dipastikan dengan kondisi tertentu, karena tidak ada yang mengendalikan nilainya. Harga Bitcoin tergantung dari kinerja trader. Hal ini juga yang membuat trading forex dan crypto di mana trading forex yang lebih aman karena nilai tukarnya lebih dipengaruhi oleh inflasi valas.

Selain itu, kondisi forex sangat tergantung dari informasi yang beredar baik ekonomi, politik, perang, bencana, dll. Apalagi untuk negara dengan kondisi ekonomi yang kuat dan maju seperti Jepang dan Amerika, sehingga harga mata uang bisa turun atau naik berdasarkan informasi yang beredar.

Kesimpulan

Bisnis digital menjadi salah satu pilihan investasi yang sangat menarik di era serba digital seperti sekarang ini. Setelah Anda mengetahui beda trading forex dan crypto, Anda dapat memilih asset yang sesuai dengan kebutuhan.

Seberapa banyak wawasan beda forex dan crypto akan menjadi kunci kesuksesan Anda dalam investasi tersebut. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk Anda.

Artikel Terkait